Get Your Natural Market

Oleh: Duddy Roesmara D dan Nurul Chotimah

Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah sebuah kosa kata yang menjadi lebih ngetren setelah berakhirnya era orde baru. Banyak yang menyadari bahwa kewirausahaan dianggap sebagai sebuah skill yang harus ditanamkan sejak dini.  Dewasa ini, banyak sekolah dasar (SD), terutama SD swasta yang favorit dengan klaim konsep baru yang lebih baik, berlomba-lomba memasukkan karakteristik kewirausahaan dalam sebuah kegiatan permainan perdagangan. Kegiatan tersebut diberi aneka ragam nama dengan sentuhan bahasa Inggris sehingga terkesan global dan kekinian, seperti business day, market day, international trade by children, dan lain sebagainya. Kegiatan tersebut sangat diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini meski tak jarang berbalut keluh kesah beberapa orang tua yang menjadi rempong dengan adanya kegiatan tersebut.

Sebagai anak yang tidak bersekolah di SD swasta terkemuka sebagaimana tersebut di atas, tentu saja anak kami (Salma) belum pernah mendapatkan kegiatan tersebut di atas di sekolahnya, meskipun dalam permainan keseharian di rumah (bersama teman-temannya) sudah sering melakukan permainan yang disebut “pasaran” yang ternyata sedikit banyak juga berpengaruh dalam meletakkan dasar-dasar perdagangan. Selain pasaran, Salma juga suka membuat beberapa kerajinan tangan sederhana seperti cincin, gelang, dan kalung yang terbuat dari manik-manik, parel, dan tali karet. Mungkin kegemaran ini terkondisikan oleh aktivitas bundanya yang memang hobi dan sedang merintis usaha aneka macam kerajinan tangan.

Suatu ketika, Salma minta dibelikan seperangkat bahan seperti tersebut di atas, katanya untuk dibuat dan dijual kepada teman-temannya di sekolah. Jadilah kami belikan bahan tersebut di toko perlengkapan jahit dan Salma segera membuat sampel untuk ditawarkan kepada teman-teman sekelasnya. Alhamdulillah, penawaran tersebut direspon baik oleh teman-temannya sehingga selama sepekan Salma terlihat asyik menyiapkan pesanan di sela-sela waktu belajar dan bermaninnya. Salma berhasil menjual hasil karyanya sendiri kepada tujuh orang temannya secara alamiah (tanpa intervensi siapapun) dengan omset sebesar Rp 17.500 dengan rincian 7 buah cincin @ Rp 500, 6 buah gelang @ Rp 1.500, dan 2 buah kalung @ Rp 2.500. Meski jika dihitung hanya mengantongi keuntungan sekitar 15%, hal ini sudah sangat membuat kami bersyukur karena yang paling penting adalah proses produksi dan jual belinya dapat berjalan alamiah tanpa harus rekayasa permainan sekolah seperti tersebut di atas.

Dari tinjauan ilmu ekonomi, dapat dikatakan bahwa Salma telah menemukan pasar dari produksinya secara alamiah, atau bahasa gaulnya “get your natural market”. Meminjam sebuah hukum tua dalam ilmu ekonomi, Say’s Law yang mengatakan bahwa “supply creates its ownd demand”, penawaran dari produk Salma telah menciptakan sendiri permintaannya. Akhir kata, dengan segala kerendahan, kami hanya bisa berdoa dan belajar bersamamu Nak, semoga engkau menjadi pengusaha sukses yang membelanjakan hartanya di jalan Alloh, seperti Khodijah RA.

Advertisements
This entry was posted in Orang Tua. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s