Membiasakan Anak untuk Menabung

IMG_20160517_213708Oleh: Duddy Roesmara D & Nurul Chotimah (Orang Tua Siswa SDN Sukosari)

Bapak ibu yang berbahagia, kali ini saya akan sharing tentang pentingnya membiasakan anak untuk menabung. Keprihatinan ini bermula dari fenomena yang terjadi pada kebanyakan anak sekolah. Saya sering melihat anak sekolah yang meminta uang saku lebih ketika diantar orang tuanya di gerbang sekolah, bahkan beberapa ada yang ngambeg karena merasa kurang banyak uang sakunya. Ada juga yang ketika jam istirahat melihat orang tuanya melintas di depan sekolah lantas menghadang dan meminta tambahan uang saku. Dari cerita ini dapat dilihat betapa anak-anak sudah terbiasa konsumtif sedari kecilnya. Orang Jawa bilang “kanthong bolong”, tidak bisa menyimpan uang, setiap uang yang diterimanya selalu dikonsumsi saat itu juga.

Kebiasaan ini tentulah sangat membahayakan jika diteruskan hingga dewasa. Anak akan tumbuh menjadi orang dewasa yang berkepribadian boros, besar pasak daripada tiang, kecanduan utang, bahkan menjadikan utang sebagai keseimbangan jangka panjang perekonomian keluarga. Mereka tak segan utang hanya untuk keinginan (bukan kebutuhan) yang tidak perlu, bahkan “gali lubang tutup lubang” untuk menyelesaikan utangnya.

Secara umum (tanpa adanya utang), kita akan membiayai konsumsi dengan pendapatan yang didapatkan. Tidak semua pendapatan dikonsumsi pada saat pendapatan tersebut diterima. Secara sederhana, pendapatan yang tidak langsung dikonsumsi (ditunda konsumsinya) disebut tabungan. Tabungan dapat juga berupa selisih positif nilai aset riil pada dua titik waktu. Terlalu sempit jika mengidentikkan tabungan hanya dengan bank.

Bapak ibu yang berbahagia, jangan kita memaknai tabungan sebagai selisih pendapatan dengan konsumsi karena jika yang terjadi demikian maka kita menomorduakan tabungan (ah kalau ada sisa saja kita nabung). Tabungan harus kita upayakan berjalan bareng dengan konsumsi, artinya kita harus merencanakan juga tabungan ketika kita merencanakan konsumsi. Tabungan berperan sangat penting. Tabungan dapat digunakan untuk membiayai konsumsi besar kita di masa depan (misalkan beli rumah, masuk sekolah, beli mobil, dll), sebagai penyangga konsumsi (pengeluaran) yang tak terduga (sakit, kebakaran, kecelakaan, dll), dan tabungan dapat digunakan untuk investasi/bisnis sehingga memperoleh pendapatan. Investasi yang bagus bersumber dari tabungan, bukan utang.

Karena pentingnya tabungan, sebaiknya perilaku menabung mulai dibiasakan sejak kecil. Sejak kecil, anak-anak perlu ditanamkan dan dimotivasi menabung dengan berbagai cara. Salah satu cara adalah dengan menyediakan “celengan edukasi” yang dengan karakter tokoh kesayangan anak-anak (tumbuhan, hewan, tokoh, dan lain-lain). Dengan adanya celengan unik yang karakternya disukai, maka anak-anak akan lebih mudah termotivasi untuk menabung. Jika ada waktu, bapak ibu dapat membuat sendiri sesuai dengan karakter kesukaan buah hati, bahkan sebagian bahanya bisa memanfaatkan barang bekas (kaleng, toples, dan lain-lain). Sebagai contoh, Bunda bisa klik link di bawah ini:

Contoh Celengan Edukasi 1 dan Contoh Celengan Edukasi 2

Selamat mencoba, semoga berhasil mendidik buah hati untuk lebih gemar menabung.

Advertisements
This entry was posted in Orang Tua. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s